Bandung, Jl. Alfa No. 92 Cigadung II, 01 November 2007 Foto: Sobirin 2007, Kebun Mini Lobak Putih
Oleh: SOBIRIN
Tentunya ada yang senang lobak, dan tentunya banyak pula yang tidak senang lobak. Kebetulan saya mendapat benih lobak putih dari sobat saya pak Sajiboen, yang punya hobby utak-utik kompos.
Saya mempunyai bak bunga ukuran 1 x 1 meter persegi. Pertama bak bunga ini saya isi tanah dan kompos, dengan perbandingan tanah : kompos kira-kira 1 : 2. Diaduk-aduk sampai rata. Ditambah MOL yang telah diencerkan. Jenis MOL yang saya pakai adalah MOL “nasi basi” (lihat artikel blog 8 September 2007: Starter Kompos Mikro Organik Gratisan).
Sementara itu benih lobak disemai ditempat persemaian. Lobak ini dikenal dengan nama lobak putih (Chinese Radish Long), ukuran benihnya berdiameter kurang lebih 3 milimeter sampai 5 milimeter, berwarna coklat muda. Saya memanfatkan sebagian bak bunga tadi untuk tempat persemaian. Tanah tempat persemaian ini lalu diberi tutup pelindung daun-daunan supaya benih tumbuh dengan sempurna.
Kecambah mulai tumbuh pada hari ke 7, dan pada saat berumur 15 sampai 20 hari tanaman-tanaman lobak muda ini ditanam satu-satu dengan jarak 20 centimeter-an. Jadi dalam bak bunga seukuran 1 meter persegi ditanami lobak muda sebanyak 20 tanaman.
Tanaman disiram setiap hari, dan diberi MOL encer setiap 3 hari sekali. Rumput dan tanaman liar segera dicabut bila kelihatan tumbuh di antara lobak-lobak ini.
Tampak foto ketika lobak ini berumur 1 bulan, lobak-lobak ini tumbuh subur. Lobak bisa dipanen setelah 50 hari sejak ditanam. Saat tulisan ini dibuat, belum panen. Nanti kalau panen, hasilnya difoto dan disajikan dalam blog ini. Untuk apa lobak? Bisa dilalab (kalau suka), bisa untuk bahan soto Bandung.






