Tuesday, October 4, 2011

PANEN SELADA BOKOR ORGANIK DALAM POT

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 05 Oktober 2011
Foto: Sobirin, 2011, Panen Selada Bokor

Oleh: Sobirin

Selada bokor yang ditanam dalam pot sudah bisa dipanen ketika tanaman berumur 2 bulan. Media tanam yang saya gunakan berupa tanah pekarangan dicampur kompos buatan sendiri, perbandingan 1:1. Awalnya benih selada bokor disemai dulu di tempat penyemaian, setelah setinggi 5 cm dipindahkan dalam pot.



Pot di letakkan di tempat yang aga rindang, dengan pencahayaan matahari tidak terlalu menyengat. Penyiraman dilakukan setiap sore hari, dicampur dengan MoL encer sekali.

Pemeliharaan cukup mudah. Tanah setiap saat diaduk pelan-pelan (didangir), hati-hati jangan sampai mengenai akar tanaman. Bila tumbuh rumput atau tanaman liar di pot, langsung saja dicabut. Tanah yang telah tercampur kompos sangat baik untuk pertumbuhan selada bokor.

Selada bokor organik tumbuh segar, hijau muda, baik untuk bahan membuat gado-gado.

Read More..

Saturday, September 10, 2011

RAHASIA LENGKAP MEMBUAT KOMPOS

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 11 September 2011
Foto: Sobirin, 2011, Tayangan Proses Ber-3R

Oleh: Sobirin

Saya sering memberikan ceramah tentang pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos. Tayangan “power-point” cukup membantu menjelaskan cara-cara sederhana memproses sampah menjadi kompos, juga sampah anorganik menjadi barang-barang yang kembali berguna. Berikut ini gambar-gambarnya: klik.





Bagaimanapun juga, kalau hanya mendengar atau membaca, tanpa mempraktekannya langsung, maka tidak ada gunanya. Ketika panen kompos, ketika panen tanaman organik di halaman sendiri, maka ada semacam kebahagiaan, karena selain rumah menjadi bersih, semua sampah diproses, hasilnya pun bisa dinikmati. Silahkan klik.

Read More..

Thursday, September 1, 2011

TAMAN SISA-SISA TANAMAN

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 2 September 2011
Foto: Sobirin, 2011, Taman Sisa-Sisa Tanaman

Oleh: Sobirin

Banyak sisa-sisa tanaman yang terkadang tidak kita perhatikan. Terserak di sudut-sudut rumah. Di buang sayang, kasihan. Tidak dirapihkan, kurang enak dilihat. Sewaktu libur lebaran, ada waktu untuk beberes. Tanaman dibenahi, disusun rapih di tempat yang sejuk, maka jadilah taman yang enak dilihat.





Sebenarnya tanaman apa pun, asal pemeliharaannya seksama dan penempatannya rapih, sesuai selera estetika kita, maka akan menjadi pemandangan yang indah menarik. Tentu saja perlu waktu luang untuk memelihara tanaman-tanaman ini, sebab terlena sehari saja, lupa tidak disiram, maka tanaman bisa layu mengering.

Mengingat tanaman-tanaman ini umumnya tanaman “lunak”, cara menyiramnya pun tidak boleh disemprot langsung, harus seperti siraman air hujan yang lembut. Media tanahnya juga harus di aduk dengan hati-hati tiap waktu tertentu, tambahkan kompos bila kurangm dan siramkan MOL encer pada media tersebut. MOL tidak boleh mengenai batang tanaman langsung.


Kalau ada pembantu, tidak menjadi masalah, sebab ada yang mememelihara tanaman-tanaman ini, kita tinggal mengawasi saja, Tetapi kalau tidak ada pembantu, bagaimana? Harus dijadwal, kita sendiri yang harus turun tangan, kurang dari 1 jam sehari atau dua hari sekali untuk memelihara tanaman-tanaman ini.


Keindahan memang menyenangkan, tetapi perlu upaya untuk mendapatkanya.

Read More..

Sunday, August 21, 2011

INFUS AIR+MOL UNTUK TANAMAN DI MUSIM KEMARAU

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 21 Agustus 2011
Foto: Sobirin, 2011, Infus Air+MOL = Irigasi Tetes

Oleh: Sobirin
Musim kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, b
erbagi dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!








Idenya sederhana saja, seperti terknologi saudara-saudara kita didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya. Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit. Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau panjang sekalipun.

Saya mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot.
Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.

Untuk kemudahan membuatnya, saya menggunakan selang infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air bisa menetes membasahi tanaman.


Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba.

Read More..

Saturday, July 30, 2011

JAMBU AIR BERBUAH BANYAK DI MUSIM KEMARAU

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 31 Juli 2011
Foto: Sobirin, 2011, Jambu Air Berbuah Banyak
Oleh: Sobirin
Jambu air di halaman belakang rumah umurnya sudah sekitar 25 tahun, masih terus aktif berbuah. Kalau berbuah, buahnya banyak sekali. Perawatan sederhana saja, disiram MOL (mikro organisme lokal – buatan sendiri) secara teratur. Kali ini berbuah lebat di musim kemarau, lumayan untuk buah penyegar.







Kira-kira 25 tahun lalu, seiring dengan pembangunan rumah saya, saya membeli bibit pohon ini di Lembang, Jawa Barat. Tiap tahun pasti berbuah, dan selalu lebat. Pernah cabang pohon patah, gara-gara keberatan buah dan daun.

Buah sebagian diminta tetangga, silahkan siapa yang mau, boleh ambil. Banyak yang menanyakan bagaimana cara perawatannya sehingga buahnya bisa begitu banyak. Perawatan biasa saja, asal disiram MoL encer di tanah sekelilingnya, bukan di batangnya, dan tidak perlu tiap hari

Suatu ketika datang pedagang buah bermaksud “menebas” (membeli dengan memborong buah yang ada di pohon) buah jambu yang bergelantungan. Saya tanya berapa berani memborong, dan pedagang buah ini menjawab Rp 60.000 untuk 4 karung. Lalu saya katakan silahkan ambil gratis tetapi hanya 1 karung, dan tolong disapu bersih pelataran yang penuh jambu jatuhan.

Read More..

Friday, July 29, 2011

KLUB KEBUN UNPAR (KK-UNPAR) BERTAMU

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 30 Juli 2011
Foto: Sobirin, 2011, Klub Kebun UNPAR

Oleh: Sobirin

Sekelompok mahasiswa dari beberapa jurusan di Universitas Parahyangan Bandung bertamu di rumah saya Jl. Alfa 92. Mereka ingin bertukar pengalaman cara bercocok tanam dalam pot, karena mereka bercita-cita berkebun dalam pot di kampusnya. Berkebun di kampus perlu mengutamakan estetika.





Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa yang memiliki semangat lingkungan seperti KK-UNPAR ini perlu mendapat dukungan, agar karyanya dapat ditularkan kepada warga kampung di sekitar kampus. Mengapa estetika perlu untuk kebun kampus? Estetika berarti keindahan. Kombinasi suasana kampus yang sibuk diharapkan dapat dinetralisir dengan suasana kebun sayur dalam pot yang didesain penuh keindahan. Saya menyarankan pot-nya menggunakan pot dari tanah, karena kalau menggunakan polibeg bentuknya kurang estetis.

Konsep pengairannya perlu difikirkan dengan cara irigasi tetes (drip irrigation) buatan sendiri, yaitu dengan botol plastik bekas air kemasan yang diisi air, dipasang terbalik, dengan penyangga bambu. Slang karet dengan pengatur tetes “infus rumah sakit” akan mengatur air menetes ke media tanaman. Tetes air perlu diperhitungkan supaya secukupnya, dan bisa ditinggal oleh mahasiswa saat kuliah atau libur.


Ada “output” dari kegiatan KK-UNPAR ini sebagai nilai tambah, yaitu mahasiswa memiliki kegiatan hobby positif yang pro lingkungan. Kemudian ada “outcome”, yaitu para mahasiswa yang tergabung dalam KK-UNPAR akan saling berkolaborasi dan bersinergi. Selanjutnya ada “benefit”, yaitu lingkungan kampus ada pemandangan yang lain dari pada yang lain, apalagi bila tanaman telah berbuah. Akhirnya ada “impact”, yaitu diharapkan bisa ditularkan kepada pihak lain, terutama warga kampung sekitar. Semoga sukses!

Read More..

Thursday, July 28, 2011

CABAI POT MUDAH DITANAM

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 29 Juli 2011
Foto: Sobirin, 2011, Cabai Pot Alangkah Pedasnya
Oleh: Sobirin
Menanam cabai di dalam pot mudah-mudah sulit. Perlu perawatan yang seksama. Benih disemai dulu di tempat persemaian. Kemudian setelah tumbuh, paling tidak setinggi 5 cm, lalu dipindah dalam pot. Media tanamnya berupa tanah di campur kompos buatan sendiri, perbandingan tanah:kompos = 1:1.





Saya memilih pot dari tanah, ukuran sebaiknya diameter paling tidak 25 cm, tinggi 25 cm, yaitu untuk memberikan keleluasaan pertumbuhan akar.

Media tanah dipilih tanah “hidup”, yaitu tanah segar yang digali dari kebun, atau selokan yang tidak mengandung detergen. Kemudian dicampur dengan kompos, buatan sendiri. Perbandingan tanah dan kompos, kira-kira 1:1. Tanah dan kompos ini diaduk rata, dihaluskan, agar butir-butir yang “mrengkel” atau “membatu” menjadi lembut tercampur rata.

Pilih bibit yang bagus dari hasil semaian. Satu pot berisi satu bibit. Taruh ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari cukup, tetapi tidak menyengat. Jaga kelembaban tanah agar tidak kering dan tidak terlalu basah, yaitu disiram dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri.


Dalam 2 – 3 bulan, kita akan melihat hasilnya, lumayan.

Read More..