Tuesday, October 7, 2008

INSTALASI BATA UNTUK POT STROBERI

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 7 Oktober 2008
Foto: Sobirin 2008, Instalasi Pot Stroberi

Oleh: Sobirin

Saya memiliki sebuah pot, bentuknya membulat, bagian bawahnya mengecil. Tanaman apa yang sekiranya cocok untuk pot semacam ini. Saya mencoba untuk menanam stroberi. Stroberi tumbuh bagus, tetapi pot terlalu rendah. Dengan bata-bata bekas maka jadilah instalasi pot ini.





Bata-bata bekas sisa yang menumpuk di samping rumah dimanfaatkan untuk dijadikan pasangan bata. Ada bata yang potong, ada bata yang utuh, ditata rapih dengan semen, jadilah tempat untuk menambah tinggi pot bulat ini. Cukup bagus.

Tanaman stroberi saya pelihara benar. Tiap hari tanah diaduk, diairi secukupnya, dan tiap 3 hari sekali disiram MOL sangat-sangat encer. Ada perubahan pertumbuhan setelah tanaman ini mendapat perhatian lebih.


Letak pot yang ditopang oleh bata bersusun ini memungkinkan tanaman stroberi bebas bercabang dan berbuah menggantung. Itu nanti. Sekarang stroberi dalam pot bulat ini sedang belajar berbunga.

Read More..

TANAM ROSELA DI LUBANG TANAH

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 7 Oktober 2008
Foto: Sobirin 2008, Anak Rosela Tumbuh di Lubang Tanah

Oleh: Sobirin

Seorang teman petani dari Sumedang memberi benih rosela kepada saya. Kemudian saya menggali lubang di tanah diameter 40 cm, kedalaman 40 cm. Lubang diisi kompos sampai penuh, disiram air, dan benih rosela ditebar di atasnya. Beberapa hari kemudian benih ini tumbuh.




Cara saya menebar benih rosela ini juga seperti padi tebar bebas. Benih rosela saya tebar bebas di lubang tanah yang telah siap berisi kompos. Tiap hari saya siram air biasa, tanpa MOL.

Rosela, atau roselle, atau rosella dengan nama latin hibiscus sabdariffa ini memang sedang naik daun. Bunganya yang berwarna merah kecoklatan bisa untuk minuman segar. Katanya bisa untuk anti hipertensi. Saya kurang memahami manfaat ini, namun ketika saya minum memang segar rada asem enak.


Kalau kita lihat di internet, banyak yang menawarkan bunga tanaman ini, harganya cukup menggiurkan. Banyak petani desa, termasuk teman saya yang petani di Sumedang sedang senang menanam rosela ini dalam jumlah banyak.


Hari-hari pertama benih tumbuh menjadi kecambah, tetap hanya saya siram dengan air biasa. Setelah tanaman muda ini tumbuh cukup kekar, barulah saya siram dengan MOL sangat-sangat encer. Kita lihat hasilnya nanti seperti apa, saya juga penasaran.

Read More..

PADI DALAM LUBANG TANAH

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 7 Oktober 2008
Foto: Sobirin 2008, Padi Tebar Bebas di Lubang Tanah

Oleh: Sobirin

Selain mencoba menanam padi tebar bebas di sawah mini, saya juga mencoba menanam padi tebar bebas di lubang tanah. Ukuran lubang berdiameter 40 cm, kedalaman juga 40 cm. Lubang diisi penuh dengan kompos, kemudian disiram dengan air, dan benih padi ditebar bebas.




Benih padi mulai nampak keluar bintik putih akar muda pada hari ke 3 dan ke 4. Kemudian menjadi kecambah dengan 2 helai daun berwarna hijau kecil-kecil pada hari ke 8. Kecambah padi ini tumbuh menggerombol alami, subur sekali.

Di awal-awal penebaran benih sampai umur 15 hari, penyiraman hanya dilakukan dengan air saja, tanpa MOL. Penyiraman dengan MOL sangat-sangat encer dilakukan setelah anak padi ini berumur 15 hari.


Penyiraman dengan MOL encer dan pencabutan rumput-rumput liar yang ikut tumbuh dilakukan secara rutin tiap hari. Moga-moga padi lubang tanah ini bisa tumbuh subur dan bisa sebagai pembanding padi tebar bebas di sawah mini.

Read More..

PADI SAWAH MINI MULAI BERTUMBUH

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 7 Oktober 2008
Foto: Sobirin 2008, Padi Sawah Mini Mulai Bertumbuh

Oleh: Sobirin

Padi di sawah mini saya mulai bertumbuh subur. Saat ini umurnya sekitar 24 hari semenjak benih saya tebar bebas. Kasihan juga, ada yang tumbuh berdesakan, mungkin saling berebut makanan. Tetapi saya memang sengaja ingin melihat pertumbuhan padi alami secara tebar bebas.




A
walnya ketika benih saya tebar, saya hanya memberi siraman air saja, tanpa MOL. Ketika umur padi 15 hari sejak benih ditebar, mulai saya siram dengan MOL sangat-sangat encer.


Berbeda halnya dengan padi SRI tanam 1 butir yang memerlukan perhatian khusus, maka saya ingin melihat pertumbuhan padi tebar bebas ini tanpa perlakuan istimewa. Jelas konsep tebar bebas ini ada sisi positifnya, ada pula sisi negatifnya. Kita akan lihat nanti.

Read More..

Friday, September 26, 2008

TITI DJ DAN OVY SELEBRITIS KOMPOS

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 26 September 2008
Foto: Sobirin 2008, Titi DJ-Ovy Meninjau Komposter (Foto lain di Read More)

Oleh: Sobirin

Ketika banyak selebritis mengembangkan kariernya ke dunia politik, misalnya Marissa Haque, Nurul Arifin, Dede Yusuf, dan yang lainnya, tetapi sepasang selebritis ini justru berbeda. Titi DJ dan suaminya Ovy, dua-duanya artis papan atas ini justru melirik ke dunia zerowaste.




A
walnya saya kaget juga ketika ada SMS dari Titi DJ dan Ovy Noviar Rachmansyah yang ingin studi banding melihat cara-cara kompos-mengompos di rumah saya Jl. Alfa 92 Bandung. Saat ini “trend”nya selebritis mengembangkan karier jadi anggota DPR dan Pimpinan Daerah, tapi yang ini mengapa malah ingin mendalami kompos dan zerowaste. Moga-moga Titi DJ dan Ovy menjadi duta lingkungan khusus persampahan.


Sesuai rencana, tanggal 26 September 2008 datang rombongan Titi DJ dan suaminya Ovy dan anak-anaknya: Salma, Salwa, Daffa, Excel, Keisha (Stephanie tidak ikut), berikut Slamet (pengurus kebun keluarga Titi DJ dan Ovy), dan sopir.


Keluarga Titi DJ dan Ovy ini ingin sekali rumahnya menjadi zerowaste, mengelola sampahnya sendiri dengan cara 3R (reduce, reuse, recycle). Keseriusannya nampak dari pertanyaan-pertanyaan sekitar MOL dan kompos-mengompos. Bahkan selalu menekankan kepada Slamet sebagai pengurus kebun keluarga supaya mendengarkan penjelasan dan mempraktekkan di kemudian hari.

Keinginannya untuk berzerowaste juga kelihatan ketika di ‘shout box’ blog clearwaste pernah menanyakan tentang padi ember. Waktu di ‘shoutbox’ menggunakan nama ‘titiovy rachmansyah’, dan saya tidak tahu kalau itu Titi DJ.


Sesuatu yang lebih menarik yaitu tatkala mendengar bahwa Ovy berkeinginan menjadi petani organik berskala besar. Bagus sekali cita-citanya, semoga di hari tuanya bisa melebihi suksesnya Bob Sadino, petani intelek Indonesia kaliber internasional.

Semoga rumah Titi DJ dan Ovy berikut keluarganya segera menjadi zerowaste. Semoga cita-cita Ovy menjadi petani sekaliber Bob Sadino bisa tercapai. Semoga pula keinginan ber-zerowaste dapat disusul dan diikuti oleh para selebritis yang lain. Kalau kampanye tentang sampah dilakukan oleh selebritis, pasti masalah sampah di kota-kota besar bakal segera terselesaikan.

Read More..

Sunday, September 21, 2008

MENCOBA MENANAM PADI DI SAWAH MINI

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 21 September 2008
Foto: Sobirin 2008, Mencoba Menanam Padi di Sawah Mini

Oleh: Sobirin

Saya memiliki “secuil” lahan ukuran 1 (satu) meter persegi. Dulu pernah ditanami lobak putih organik dengan hasil sukses. Sekarang saya mencoba menanam padi di lahan ukuran mini ini. Tanah diolah dicampur dengan kompos, diairi hingga basah, dan benih padi ditebar.




Tiap hari “sawah” mini ini selalu disiram air, tetapi belum di MOL. Setelah 7 (tujuh) hari benih padi yang ditebar nampak berkecambah subur. Saya akan membiarkan terus persemaian padi ini tumbuh apa adanya.

Mungkin akan kurang sehat, karena bibit padi yang tumbuh ada yang menggerombol. Tidak apa-apa, saya akan amati perkembangannya, sambil mencoba konsep menanam padi tebar bebas.


Sampai umur padi ini sekitar 15 hari, baru akan saya siram dengan MOL sangat encer. Moga-moga percobaan “sawah” mini ini akan berhasil.

Read More..

BULIR PADI BERDAUN KANGKUNG

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 21 September 2008
Foto: Sobirin 2008, Padi Berbulir Berdaun Kangkung

Oleh: Sobirin

Setelah sukses membuat MOL dan kompos dengan cara yang sederhana dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita, lalu apa yang kita perbuat? Menjual MOL? Menjual kompos? Bisa! Memang perlu pemasaran yang ulet. Tapi yang lebih menarik adalah mencoba pertanian rumah tangga.




Pertanian rumah tangga bisa dilakukan tanpa harus memiliki lahan yang luas. Lahan sempit, bahkan tidak memiliki lahan-pun bisa mempraktekkan pertanian rumah tangga. Yang memiliki lahan, bisa langsung di halaman rumahnya.

Yang tidak memiliki lahan bisa menggunakan pot dari drum bekas, ember bekas, atau kaleng bekas. Medianya menggunakan kompos buatan sendiri yang dicampur dengan tanah. Ukuran campuran adalah 2 (dua) bagian kompos di tambah 1 (satu) bagian tanah, diaduk rata.


Tanaman bisa bermacam jenis, bisa tomat, cabai, padi, atau apa saja yang kita senangi. Bila perakaran bibit tanaman dalam pot sudah cukup kuat, bisa ditambahkan lagi dengan sedikit kompos. Tiap hari diberi air, 3 (tiga) hari sekali disiram MOL yang telah sangat diencerkan. MOL encer ini ibarat pupuk cair, disiramkannya tidak di batang tanaman, tetapi di tanah sekitar tanaman.


Coba lihat padi yang ditanam di ember. Sangat subur, anakannya banyak, buliran padinya juga banyak. Lihat juga kangkung yang saya tanam di drum bekas. Tanaman kangkung ini sudah lebih 2 (dua) tahun umurnya. Tiap kali dipetik, tumbuh kembali, tiap kali dipetik tumbuh kembali. Dalam potret nampak betapa suburnya tanaman padi dan kangkung ini. Seperti padi yang sedang berbulir berdaun kangkung.


Pertanian rumah tangga memang sangat mengasyikkan. Sampah rumah menjadi kompos, rumah menjadi bersih, tanamanpun subur.

Read More..