Saturday, April 30, 2011

MODIFIKASI PENJERNIH AIR LIMBAH CUCIAN

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 30 April 2011
Foto: Sobirin, 2011, Modifikasi Kolam Penjernih Limbah

Oleh: Sobirin
“Kolam penjernih air limbah” yang selama ini saya pakai, dapat dibaca dalam blog ini. Saya merasa kolam tipe tersebut kurang berhasil. Saya mencoba memodifikasinya. Saya membongkar kolam-kolam penyaring bagian atas, diganti dengan kotak plastik bersusun yang diberi lubang-lubang di bawahnya.




Selama ini memang saya melihat kegagalan dari tipe yang lama. Air limbah cucian yang keluar masih banyak mengandung lemak minyak dan busa deterjen. Tanaman air kurang subur, ikan-ikanpun tidak kuat hidup.

Selama ini saya tidak menggunakan saringan ijuk atau pasir, dan juga tidak menambahkan tawas atau kaporit.


Lalu saya membongkar kolam-kolam penyaring yang ada di bagian atas sistem kolam ini. Kemudian menggantinya dengan kotak boks plastik susun. Kotak ini bisa dibeli di toko kelontong alat-alat rumah tangga, dengan harga Rp 30.000,0. Ukuran 30 cm x 20 cm x 10 cm, 3 susun, seperti kotak laci kecil.

Bagian bawah tiap kotak diberi lubang-lubang kecil. Kemudian tiap kotak diisi dengan busa dan pasir. Semoga ada perubahan.

8 comments:

iwan said...

usul saran pak, kalau dasar plastik diberi busa, kemudian arang baru diatasnya pasir halus. dan pasir ini harus dicuci secara berkala.

salam
iwan gunawan

Yenni Dewi Ayu said...

pak Sob,

Kalo ijuk atau sabut emang bagus buat penyaringan karena fungsinya spt elektroda. Cuma kelemahannya harus dibersihkan berkala. Ini saya terapkan buat menjernihkan air kolam koi lewat sirkulasi ulang. Sekarang tidak saya pakai lagi, karena saya ganti dengan tanaman ganggang air.

Sekarang saya pakai 3 bak bertingkat, dimana lobang keluar air sedikit dibawah permukaan air, tujuannya agar ada ruang buat air sehingga kotoran mengendap. Selain itu, bak tadi saya beri tanaman ganggang air yang mengapung. Eceng gondok juga bisa. Hanya kelemahan eceng gondok dan kebanyakan gulma tanaman air, mereka memerlukan sinar matahari yang banyak. Bila kurang, mereka akan kurus dan mati. Yang saya lihat dari foto pak Sob, bak-nya teduh, ini jelek buat tanaman air.

Akar tanaman air yang lebat akan berfungsi sebagai elektroda yang akan mengikat kotoran. Tanaman air sendiri akan menyerap berbagai pencemar air (fitoremediasi).

Saran saya, coba baknya dibuat di tempat yang banyak sinar matahari Pak. Supaya tanaman semacam eceng gondok bisa tumbuh subur.

green picture said...

Salam Lestari Pak Sob.
pak, kalo saringan yang bapak buat itu sudah ampuh untuk mengurai sifat kima yang berasal dari bahan cucian? saya juga mau mencobanya dirumah saya, kebetulan air limbah dapur dan cuci pakaian larinya ke kolam belakang rumah tanpa ada filternya.

Rani Elsanti said...

Salam, Pak Sobirin. Busa yang dipakai itu tepatnya busa apa, ya, Pak? Dan apa fungsinya? Masih untuk menyaringkah, atau lebih untuk melancarkan aliran air? Bisakah pakai potongan styrofoam bekas wadah makanan? Terima kasih sebelumnya.

ahmad wahyudi, malang said...

saya sarankan konstruksi penyaringan sama seperti disain pertama yang sudah bapak coba, dengan penyempurnaan sbb berikut :
- kolam 1 sebagai penyaringan fisik, lapisan terbawah diberi pevahan batu ukuran 2/3 cm, lapisan berikutnya adalah ijuk, kemudian pasir, dan yang paling atas adalah pecahan terakota atau tembikar berukuran 1 cm dapat pula diberi arang sekam yang kasar atau arang lainnya
- kolam ke 2 di disain sebagi bio filter, pipa outlet dari kolam 1 ditaruh di dasar kolam 2 dan diberi rongga untuk menampung air dari kolam 1 kemudian diberi alas yang porus untuk menahan batu pecah2, dilapisi ijuk kemudian diberi spon dan diatas spon diberi susunan bio ball yang diberi pemberat agar tidak mengapung kemudian diberi lapisan ijuk lagi dan yang paling atas diberi arang aktif ang ditaruh dalam kantung net, air yang paling atas dialirkan ke kolam 3 yang diberi tanaman air

ahmad wahyudi, malang said...

model yg bapak kembangkan prinsipnya hanya melewatkan air ke media penyaring, dimana air hanya lewat saja sehingga tidak ada proses pengendapan dan mungkin tidak terjadi pula proses bio filtrasi yang mendegradasi limbah2 yang ada di media air......

Shauqtm Rahman said...

mantab gan makasih informasinya

Penjernih Air | Penjernih Air

Alifiannisa Alyahasna said...

Saya ingin bertanya, filtrasi itu membutuhkan waktu berapa lama? Apakah saat air tersebut keluar sudah menjadi air bersih? Terimakasih..