Friday, May 18, 2007

MEMBUAT KOMPOS MURAH MERIAH DAN STARTERNYA

Bandung, Jl. Alfa 92, 18 Mei 2007
Foto: SOBIRIN, 2006, MOL Starter Kompos Buatan Sendiri
Oleh: SOBIRIN

Pernah membuat kompos sendiri? Mudah sekali! Sampah rumah jangan dibuang keluar rumah. Untuk keluarga sedang beranggotakan 4 sampai 5 orang, biasanya rata-rata sampahnya 0,5 kg/hari, atau malah kurang.

Komposisi sampah tergantung dari pola hidup rumah tangga masing-masing. Ada yang plastik dan kertasnya banyak tetapi organiknya sedikit. Sebaliknya ada yang sampah plastik dan kertasnya sedikit tetapi organiknya banyak.

Pisah-pisahkan masing2 sampah, organiknya sendiri, plastiknya sendiri, kertasnya sendiri. Sampah kertas dan plastik dicuci bersih dan disimpan dulu di tempat yang aman. Dalam bab ini sampah plastik dan kertas tidak dibahas dulu.

Sampah organik dipisahkan dulu antara jenis yang mudah membusuk dan jenis yang tidak mudah membusuk. Kita akan membuat Mikro Organisme Lokal (MOL) dari sampah yang mudah membusuk, misalnya bekas sayur kemarin, dan sejenisnya. Sampah yang mudah membusuk ini dimasukkan dalam tong plastik (jangan tong kaleng logam nanti mudah karatan), lalu diberi air tidak perlu banyak, asal terendam saja. Kalau ada sisa air kopi atau teh manis atau sirop masukkan saja dalam tong MOL ini. MOL senang kepada yang manis-manis. Kemudian tong ditutup dengan tutup yang dilubangi kecil-kecil supaya MOL-nya bisa bernafas. Begitulah tiap hari kita kerjakan dari sampah produksi rumah tangga. Dalam tempo 5 hari, MOL ini telah bisa dimanfaatkan sebagai starter untuk membuat kompos secara murah meriah. Cairan MOL sebaiknya disaring dulu sebelum nantinya dipakai.

Nah, bagaimana perlakuan terhadap sampah organik yang agak lama membusuknya? Misalnya daun pisang, potongan wortel, kulit jeruk dan lain sejenisnya ini baik untuk bahan membuat kompos. Bila kurang banyak bisa ditambahkan bahan dari daun-daun yang ada disekitar kita, bisa juga rumput-rumputan. Porsinya bagaimana? Bahan kompos ini upayakan yang masih segar berwarna hijau berjumlah separoh bagian, dan bahan daun-daun kering berwarna coklat separoh bagian juga. Bahan-bahan ini kita potong-potong dengan ukuran maksimsum 3 cm.

Setelah cukup banyak, bisa kurang lebih setengah meter kubik, lalu potongan bahan kompos ini kita masukkan ke wadah, bisa kranjang, bisa juga malah karung yang ada lubang-lubang kecilnya. Lalu ambil MOL yang sudah jadi sebanyak 1 liter, tambahan air sebanyak 10-15 liter, dan kemudian disemprotkan ke bahan kompos yang tadi. Kemudian kranjang ditutup, atau bila menggunakan karung supaya karungnya diikat. Setiap 3 hari sekali dibuka, diaduk-aduk, tambahkan MOL dengan ukuran seperti tersebut di atas. Bila prosesnya benar, temperatur kompos yang sedang diproses tersebut bisa tinggi sampai 60 derajat Celsius. Dalam tempo 3 minggu paling lama sebulan, setelah temperatur turun, kompos telah jadi dan bisa dipakai untuk mengompos tanaman di rumah kita. Kalau kurang jelas, kontak saja dengan e-mail.

Seorang ahli kompos berkomentar, kompos yang anda buat perlu diperiksa di laboratorium kompos. Wah, tidak usahlah, karena konsep saya adalah: tidak membuang sampah rumah ke luar rumah. Rumah saya Zero Waste. (Sob)

6 comments:

Edwin Maolana said...

Salam kenal... saya Edwin (http://edwin.maolana.web.id). Untuk MOL ini sama seperti bakteri EM4 yang dijual secara komresial kali ya?

arif darmawan said...

pak molnya kan disaring.....

jadi yang air yang disaring itu dibuang atu dijadikan molnya....

sori,,,masih lum paham nih,,,,

infonya berguna nih,,,thenks sebelumnya.....

isiwaktu said...

pak sob, saya mulai putus asa bikin kmpos dari limbah dapur. saya buat di keranjang sampah plastik tidak pake tutup, terbuka aja. dan baru semalem beroperasi tempatnya sudah digigiti tikus. sekarang dirubung semut. saya takut mengeluarkan bau dan mengganggu tetangga.

ghazy said...

pak molnya kan disaring.....

jadi yang air yang disaring itu dibuang atu dijadikan molnya....

klo membuat mol dari tapai singkong, perbandingan anatara tapai singkong, air, dan gulanya seberapa...
terima kasih, saya sangat tertarik dan ingin mencoba dirumah...

durrul said...

salam kenal, pak sob....
Apakah MOL yg direndam tdk mengeluarkan bau? Tlg kasih detailnya mulai awal pembuatan kompos.... kalo bisa beserta foto....
Thx b4

abubisri said...

salam kenal
saya wawan dari karawang
email: abubisri79@gmail.com

saya coba buat pupuk dari sampah yang cepat membusuk, tapi gak pakai (kurang) air, akibatnya diserang lalat, gimana Pak, mohon bantuannya, terimakasih