Sunday, November 11, 2007

MELELEHKAN PLASTIK MODEL SENDIRI

MEMBUAT "BROS" PLASTIK BEKAS
Bandung, Jl. Alfa No. 92 Cigadung II, 11 November 2007
Foto: Sobirin 2007, Nyala Lilin Melelehkan Plastik

Oleh: SOBIRIN

Pak Anjarseno menanyakan kepada saya melalui blog ini tentang proses pelelehan plastik bekas. Untuk skala rumah tangga dengan peralatan seadanya memang bisa saja. Begini caranya.



Cara yang saya pakai di rumah adalah sangat sederhana, yaitu sekedar melelehkan plastik saja dengan bentuk akhir tertentu. Tidak dibakar, hanya dipanaskan. Untuk cetakan-nya saya pergunakan sendok makan bekas yang tidak dipakai lagi.

Pertama: Plastik bekas sikat gigi, sisir, dan sejenisnya dipotong menjadi ukuran kecil-kecil. Kalau susah ditumbuk saja. Pilih warna plastik yang bermacam-macam, warna-warni. Boleh saja satu warna, terserah kemauan kita. Merah saja, putih saja. Atau campuran dua atau tiga warna.


Kedua: Taruh potongan-potongan kecil plastik dalam sendok. Sebelumnya sendok diisi sedikit minyak goreng (sedikit saja, atau dioles secukupnya).

Ketiga: Jangan lupa menyiapkan air dingin dalam wadah kobokan atau tempat cuci tangan, yaitu untuk mendinginkan plastik yang telah meleleh.


Keempat: Nyalakan lilin, lalu taruh sendok yang telah berisi potongan-potongan plastik di atas nyala lilin. Atur jarak api dengan sendok agar cukup panas, tetapi tidak sampai api menjilat plastik dan terbakar. Kalau terbakar, artinya sama saja kita membakar plastik dan akan berasap hitam mengandung racun dioksin.


Kelima: Plastik mulai meleleh. Kalau diukur, kira-kira suhunya sekitar 200 derajat Celcius. Bila telah meleleh semua, segera sendok dimasukkan ke dalam air dingin yang telah disiapkan. Plastik yang meleleh akan segera membeku dan lepas dari sendok. Kalau belum lepas, tekan dengan ibu jari supaya lepas. Jadilah bentukan sesuai cembungan sendok, berwarna sesuai pilihan kita.


Saya coba dengan kantong kresek plastik yang dipotong-potong kecil dengan gunting. Bisa juga dilelehkan dan dibentuk seperti tersebut di atas. Warnanya tergantung plastiknya. Tetapi hasilnya berwarna hitam keabu-abuan.


Sewaktu saya kecil dulu di kampung, saya juga pernah membuat hal ini. Waktu itu membuat “bros” atau “pin”. Pada tahap yang kelima, sewaktu plastik telah meleleh semua, lalu diatasnya diletakkan peniti (jarum peniti). Setelah dimasukkan ke dalam air dan lepas, jadilah “bros” atau “pin” sekedar mainan sewaktu jaman saya kecil dulu.


Silahkan dikembangkan dengan bentuk-bentuk cetakan yang lain, barangkali ada manfaatnya untuk berkreasi.

5 comments:

Apu Juna said...

mau aku coba ahh,,,
moga aja berhasil...

Hendri Cahya Wibowo said...

thx boss... insya Alloh bermanfat

mr.krebo said...

info yg bermanfaat., trims bos

mr.krebo said...

info yg bermanfaat., trims bos

Ricky Wahyudi said...

makasih bnyk pak,kpn2 sy boleh tanya2 lagi ya pak,, salamualaikum