Wednesday, August 22, 2007

KREASI YANG BELUM SEMPURNA

Bandung, Jl. Alfa No. 92 Cigadung II, 22 Agustus 2007
Foto: Sobirin 2007, Alat Pencacag Daun
Oleh: Sobirin
Untuk memperoleh kompos yang baik dan prosesnya bisa 3 minggu-an, maka salah satu syarat adalah ukuran bahan kompos sebaiknya kecil-kecil, kurang dari 3 cm. Kebanyakan para peng-hobby pembuat kompos menggunakan bedog (golok) untuk mencacag bahan kompos berupa daun-daun coklat dan hijau.

Kalau tidak hati-hati, bisa-bisa bedog tadi mampir ke jari-jari kita. Padahal bedognya cukup tajam. Saya pernah mengalami kejadian itu, kuku telunjuk kiri saya kena bedog. Untung (masih untung), bedognya agak tumpul. Jadi ujung telunjuk menjadi bengkak, dan selama 1 bulan warna kuku menjadi hitam.


Bagaimana mencari akal? Kalau ada alat pemotong rumput, jenis yang didorong, dan sudah tidak terpakai, mungkin bisa dimodifikasi untuk alat pencacag daun. Dulu saya punya pemotong rumput yang sudah rusak, tapi sayangnya sudah saya jual ke tukang loak.


Kemudian saya mencoba mendisain rencana alat pemotong daun. Prinsipnya seperti alat pemotong rumput, yaitu dengan besi tipis yang di-las melengkung pada dua roda (kiri dan kanan), dan berfungsi sebagai gunting. Bagian tengah roda dipasang as, yang disambungkan dengan alat pemutar. Unit gunting ini kemudian dimasukkan dalam kotak dari plat besi.


Semua tadi dari barang-barang rongsokan. Ongkos yang keluar hanya untuk tukang las saja Rp. 50.000,-. Kalau kita bisa menge-las sendiri, ya tidak keluar biaya. Hasilnya lihat di-foto.

Daun-daun bisa dicacag sampai ukuran kurang dari 3 cm.
Namun demikian, saya masih belum puas dengan alat ini. Kreasi yang belum sempurna. Memang hasilnya bagus, tidak bakal kena golok. Tapi alat ini suka macet.

Silahkan teman-teman, bapak-bapak, ibu-ibu lihat dengan seksama foto alat ini, dan silahkan disempurnakan. Syukur kalau alat ini dapat dibuat otomatis yang disambung dengan dinamo. Jadi tidak capai memutar engkol.

2 comments:

Segar said...

Mengenai alat pencacah sederhana seperti ini apakah sudah ada yang menjual. Yang ada di pasaran saat ini ukuran dan kapasitasnya cukup besar sehingga harganya juga cukup tinggi (sekitar Rp.2-3 juta).
Alat pencacah yang sederhana akan sangat membantu ibu rumah tangga yang juga bekerja kantoran dan berminat membuat kompos dirumah.
Terima kasih.

TheDragon said...

Pak, Bagaimana kalo menggunakan blender? Istri cuma pake seminggu 1x., sayangkan kalo nganggur.