Friday, August 8, 2008

PADI RAKSASA DALAM KARUNG

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 9 Agustus 2008
Foto: Sajiboen 2008, Padi Karung 90 Hari 104 Anakan

Oleh: Sobirin

Teman saya ahli padi namanya Alik Sutaryat pekerjaannya menekuni padi SRI (System of Rice Intensification). Dalam usaha mengembangkan padi SRI ini, dia berhasil menanam padi 1 butir dalam karung goni dengan kompos dan MOL buatan sendiri menjadi 104 anakan, hasil panen 0,70 kg.



J
enis padi Sintanur, ukuran karung goni diameter 60 cm dan tinggi 60 cm. Diisi dengan tanah dan kompos. Tanah 1 bagian, kompos 2 bagian. MOL buatan sendiri dari bahan keong sawah yang ditumbuk, dicampur dengan buah maja (dalam bahasa Sunda buah berenuk), dicampur dengan air kelapa.


Jenis karung goninya adalah karung goni tenunan dari rami, karung goni wadah beras jaman dulu, yang warnanya coklat, tembus air. Bukan karung goni plastik jaman sekarang yang warnanya putih dan tidak tembus air. Tiap hari disiram air, dan air terus merembas keluar.

Pemberian MOL encer tiap 3 hari. Menjelang berbulir tambahkan lagi kompos sebagai pengganti butir-butir kompos yang terbawa rembasan air keluar dari karung. Dalam waktu 90 hari, tinggi tanaman padi ini mencapai 1,5 meter, anakannya 104 batang.

Ketika dipanen menghasilkan gabah 0,7 kg. Kalau disetarakan dengan penanaman di sawah kurang lebih 70 ton per hektar per panen. Setelah panen, ketika digali, panjang akarnya mencapai 45 cm.
Bandingkan dengan padi ember biasa dengan perlakuan biasa, anakan hanya 35 batang, hasil panen hanya 0,15 kg.

Saat ini Alik Sutaryat yang berasal dari Lakbok, Ciamis, Jawa Barat, sedang berupaya menanam padi karung yang diharapkan bisa menghasilkan panenan 1 (satu) kilogram atau 10 ons tiap karung yang asalnya hanya dari 1 (satu) butir benih gabah.


Dalam foto terlihat padi karung dipegang oleh saya Sobirin, dan padi ember dipegang oleh Sajiboen sahabat kompos dari Cirebon.

7 comments:

edwinyoes said...

waaaa... bisa tumbuh sebesar itu pak??? hebat!!!

Tjuk_Soebekti said...

Subhaanallah, luar biasa, dengan padi raksasa tersebut kalau seandainya bisa ditanam oleh seluruh petani Indonesia, maka pasti rakyat akan makmur karena beras melimpah ruah dan harga terjangkau masyarakat bawah.

Ayo eyang laporkan ke presiden SBY agar presiden mensupport dan menjadi target pemerintah untuk swasembada beras.

Kembangkan juga untuk komoditi lain, masak yg dikenal duren bangkok, pepaya bangkok, kenalkan dong beras Sobirin Indonesia dll.

Semoga niat suci eyang mendapat ridha Allah Swt dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dunia. Amin.

Tjuk_Soebekti said...

hebat

ARU said...

salam kenal pak,
Menarik sekali mengenai menanam padi dalam pot dan karung.

Soal perbandingan antara panjang akar dan anakan apakah dipengaruhi oleh varietas dan volume pot dan karung?

serdadoedapoer said...

Wow keren banget

Acan said...

Pak sob,sy mau tanya.apakah padi SRI hrs pakai ember,pot dsbnya?kalo ditanam di lahan seperti biasa dgn perawatan seperti padi ember,bs gak,pak?trims.

Gia Mega Nanda said...

Padinya sangat bagus sekali pa.
Tpi pa alik itu siapa ya pa?
Bisa dijelaskan sedikit?