Tuesday, October 7, 2008

SEKALI LAGI KOMPOSTER ANAEROB SERBA GUNA

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 7 Oktober 2008
Foto: Sobirin 2008, Komposter Anaerob Serba Guna

Oleh: Sobirin

Saya memang sangat happy dengan komposter anaerob. Komposter ini berupa lubang yang digali di tanah, ukuran 60 cm x 60 cm, kedalaman 1 m. Tidak disemen, telanjang langsung tanah, kecuali bagian atasnya setebal 1 (satu) bata agar tidak longsor dan untuk ganjal tutup beton.




Ke dalam komposter ini dimasukkan bahan-bahan organik apa saja. Ada sampah dapur, ada sampah halaman rumah, ada sayur bekas, ada sisa air kopi. Segala macam masuk. Bahkan bangkai tikus pun tidak apa-apa, masukkan saja.

Sebelum plat beton ditutupkan, lubang di siram MOL, boleh pekat, boleh rada encer, kemudian di bagian atasnya ditaburi tanah setebal 5 cm. Baru kemudian plat beton ditutupkan.


Apakah berbau? Tidak ada bau. Pertama, lapisan atas bahan kompos sudah dilapisi tanah 5 cm, kemudian ditutup plat beton. Jadi tidak ada bau.

Sampah dalam komposter anaerob lubang tanah ini selalu menyusut, sehingga memungkinkan memasukkan lagi bahan-bahan kompos yang baru, demikan seterusnya.

Dalam tempo 1 (satu) bulan, bisa saja komposter anaerob ini dipanen. Kita gali semua bahan-bahan yang ada di dalam lubang. Kenampakannya sangat menarik. Lapisan teratas boleh dikata masih “segar”, lapisan di tengah telah menjadi setengah matang, dan lapisan paling bawah telah menjadi kompos matang.

Kompos yang matang bisa diayak untuk mendapatkan kompos halus super. Kompos setengah matang, yang relatif sudah sangat lunak bila diremas dengan tangan, kita masukkan ke dalam komposter aerob bata terawang, untuk diproses lebih lanjut dengan cara aerob. Dengan cara memanfaatkan kompos setengah matang ini, kita tidak perlu lagi merajang atau mencacag bahan dedaunan dengan golok.

Kemudian kompos lapisan teratas yang masih “segar” kita masukkan kembali ke dalam lubang tanah, ditambah bahan kompos baru, agar diproses secara anaerob. Demikian seterusnya.


Saya memiliki 4 (empat) komposter anaerob lubang tanah. Jadi panennya bisa bergantian. Memang saya happy dengan komposter anaerob serba guna cara ini.

8 comments:

bud said...

pak, itu kompos setengah matang nya banyak belatungnya nggak?

Mr. Sob Zerowaste said...

Dik BUD,
kompos 1/2 mateng tidak ada belatungnya.
Kompos yang BELUM 1/2 mateng atau yang masih rada fresh, suka ada belatungnya, ada jenis maggot ada jenis phoenix worm. Tdk apa2, tidak akan keluar lubang, sebab tertutup oleh plat beton.Nati juga akan mati sendiri....

Mustaqim said...

Mustaqim,.

thanx ya...jadi pengen tau, trus temen2 tolong donk kirimin modul lengkapnya ke saya, baik melalaui email/pos, ntar aku kirimin poster, bulletin, newsletter, dll dari lembaga saya,...
Mustaqim,
jl. Sei bengawan No. 72 Medan Sunggal, Medan 20121
email : qim_pong@yahoo.co.id
trima kasih,

pd latief said...

maaf, mau tanya bentuk kompos ysng sudah jadi seperti apa?? dalam pembuatan kompos di dalam bak dalam tanah jika bahan kompos terendam air boleh tidak?????????????

Nana said...

assalamualaikum pak Sob.. saya baru saja selesai membuat komposter anaerob untuk sampah halaman. Kemaren saya sudah membuat MOL dari peuyeum dan dari kue basi. Tadi pagi lubang sudah mulai diisi dedaunan dan buah2an jatoh. Mau tanya tetang penutupan tanah yang 5 cm itu apa tiap hari atau setelah penuh? Kalau teori sanitary landfill harus tiap kali ada lapisan sampah harus dittutup lapisan tanah. Tapi ini kan sampahnya baru sedikit pak. TK, wasalam, Nana

nenny said...

Pak, selama satu bulan itu perlu diaduk2 atau didiamkan saja? Kalau tambah sampah2 baru, mesti ditimbun tanah lagi nggak?

m3ph1zto said...

pak, saya ingin buat lubang kompos yang di dalam tanah, tapi kalau lubang suka tergenang air di waktu hujan dan lama habisnya, karena posisi tanahnya rendah dan bersifat lempung, tetap bagus atau tidak ya kalau dibuat komposter? atau saya harus buat yang diatas tanah saja? mohon nasihatnya... trims pak.

fabian hartriadi said...

salam kenal pak mau tanya kompos saya malah keluar hama siput dan banyak uler gagak. bagaimana cara mengatasinya terimakasih.