Thursday, April 3, 2008

SEMANGAT PETANI "PADI EMBER" ORGANIK

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 3 April 2008
Foto: Sobirin 2008, Kecambah Benih Padi Unggul Umur 3 Hari

Oleh: Sobirin

Saya mendapat benih padi unggul dari bapak Solihin GP (mantan Sesdalopbang). Saya mengambil 2 genggam. Satu genggam saya kirim kepada Christine di Semarang, satu genggam untuk saya sendiri, sisanya sekantong besar diambil pak Sajiboen (sesepuh Cirebon) untuk ditanam di sawahnya.



Benih padi unggul ini produksi dari Balai Padi Sang Hyang Sri di daerah Pantura Jawa Barat. Satu kantong dibungkus rapih dalam plastik berisi benih padi unggul varietas “Sintanur”, dengan merk dagang Sang Hyang Sri. Total berat satu kantong kurang lebih 5 kilogram.


Saya hanya mengambil 2 genggam, kurang lebih seberat 2 ons, itupun lebih dari cukup untuk rencana saya bertani padi dalam pot atau ember. Dari 2 genggam tadi, satu genggam saya kirim ke Christine di Semarang, yang ingin juga bertani padi ember.


Kemudian saya membeli 5 pot besar mirip ember besar, ukuran diameter 40 cm, tinggi 30 cm. Mencari ukuran 40 cm x 40 cm sulit juga, tidak ada yang menjualnya. Pot-pot ini saya isi dengan tanah campur kompos buatan sendiri. Tanah 1 bagian, kompos 2 bagian. Kemudian saya siram MOL tapai nenas yang telah diencerkan.


Sementara itu, saya memilih benih padi unggul yang bagus (ternyata semua bagus), saya ambil 10 butir. Benih-benih ini saya rendam dalam air (saya menggunakan air tawar biasa) selama 1 hari satu malam.


Besoknya, benih yang telah direndam ini saya letakkan di atas tanah dalam pot yang telah disiapkan seperti tersebut di atas. Ini model semai langsung. Satu pot, satu benih. Sisa benih saya taburkan ke tempat persemaian lain.


Ada kelemahan dengan cara semai langsung. Ketika turun hujan deras, benih padi terpental oleh butir air hujan yang jatuh di pot. Terpaksa diperbaiki lagi letaknya, dan di atasnya ditutupi selembar plastik kecil yang ditopang dengan lidi, maksudnya agar tidak terkena hujan dan panas matahari secara langsung.


Benih direndam tanggal 29 Maret 2008, kemudian di semai langsung dalam pot tanggal 30 Maret 2008. Penyemaian diletakkan saja di atas tanah kompos. Tiap hari disiram air MOL encer dengan hati-hati sekali. Pada hari ke 3 telah berkecambah kecil, warnanya putih (lihat foto).


Saya mengatakan kepada Christine di Semarang, dan teman saya yang lain seorang petani padi organik dari Garut, pak Enday, untuk berlomba dan bertanding menanam padi ember ini. Sambil memproses sampah rumah menjadi kompos, dan rumah menjadi "zerowaste". Siapa yang panenannya paling bagus, maka dia-lah yang menang. Hadiahnya? Ya…bagaimana nanti saja.

3 comments:

Ivan Hadinata Rimbualam said...

Kami mahasiswa Teknik Kimia ITb baru saja mengadakan penyuluhan pertanian Padi SRI juga...semoga didukung kegiatannya

IndependenBisnisOwner said...

kabari aku ya progresnnya di mr.dijae@gmail.com

Unknown said...

Assalamualaikum, Pak

Di mana bisa mendapatkan benih padi Sintanur nya? Terima kasih.

Wassalam,
Idwan