Tuesday, November 4, 2008

KOLAM TAMAN AIR LIMBAH CUCIAN PIRING

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 4 November 2008
Foto: Sobirin 2008, Kolam Penjernih Air Sederhana

Oleh: Sobirin
Sudah lama terpikir oleh saya bahwa air cucian piring dari bak cuci di dapur sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Perlu disaring dulu, dengan kolam-kolam penyaring agar airnya menjadi jernih kembali. Kolam penjernih ini bisa untuk kolam “taman air limbah” atau kolam ikan.





Saya membuat kolam ini dengan cara sederhana. Pertama kali saya memotong pipa pembuang air cucian yang menuju saluran pembuang dalam tanah, saya cabangkan keluar menuju kolam yang saya buat.

Kolam ini saya buat dari bata dan semen. Ukurannya kecil saja, yaitu 1 m x 1 m, tetapi bertingkat 3 (tiga). Tingkat atas terdiri dari 2 (dua) kolam kecil, kolam 1 berukuran 40 cm x 15 cm untuk dan kolam 2 berukuran 40 cm x 25 cm. Antara kolam 1 dan kolam 2 dibatasi dinding beton tipis berlubang-lubang sebagai saringan. Dalam kolam 1 ditaruh busa karet supaya penyaringan lebih baik.

Kolam 3 berada di tingkat tengah berukuran 60 cm x 40 cm, dan kolam 4 di tingkat bawah berukuran 1 m x 60 cm. Air dari kolam 2 menuju kolam 3 dan air dari kolam 3 menuju kolam 4 disalurkan dengan pipa pralon kecil. Air di kolam 4 relatif telah jernih, dan bila melimpas mengalir melalui pipa pralon kecil keluar ke tumpukan batu agar terus meresap ke tanah.

Kolam 2 dan 3 serta 4 bisa ditanami tanaman air sebagai ”taman air limbah” dengan tanaman-tanaman air, misalnya teratai kecil, melati air, eceng, sekaligus sebagai penyerap bahan-bahan pencemar dalam air bekas cucian tersebut, atau bisa juga untuk kolam ikan. Jenis ikannya sebaiknya ikan lele dan ikan sapu-sapu, karena relatif tahan hidup di dalam air bekas cucian dapur.


Kolam saya tersebut saya manfaatkan untuk ikan lele. Oleh sebab ikan lele ini suka meloncat keluar, dan juga untuk menjaga agar ikan dalam kolam tidak diincar oleh kucing, maka kolam ditutup dengan kawat kasa (kawat ayam).

15 comments:

hotma said...

Ide-nya OK banged Pak :) bisa jadi inspirasi :) Dikasih ecenggondok mungkin lebih cepat jernih ya Pak?

Mr. Sob Zerowaste said...

Hallo dik Hotma
Dikasih eceng gondong, teratai, tanaman air lain....pasti lebih cepat bersih... thanks

nuar said...

inspiring pak! thx

nuar said...

btw isi kolamnya apa pak?
kerikil atau ??

Mr. Sob Zerowaste said...

hallo dik nuar,
thanks sudah dibaca-baca.., isi dasar kolam: pasir kasar dan kerikil, tetumbuhan eceng gondok (sekarang saya penuhin dng eceng gondok)

Noviar said...

Bagimana pemeliharaan rutinnya?
Untuk air limbah cucian piring, kadang2 ikut jg minyak atau sabun cuci, apa tdk berpengaruh tdhp operasi kolam?
noviar

Mr. Sob Zerowaste said...

dik Noviar:
Pertama,pemeliharaan rutin hanya di kolam nomer 1, yaitu menguras endapan nasi dll, lalu dimasukkan ke dalam komposter ANAEROB agar menjadi kompos.
Kedua, busa dicuci dengan air bersih (jangan pakai sabun). Lalu air cucian dimasukkan dalam MOL atau juga ke komposter ANAEROB.
Itu saja.

creation said...

apa yang terjadi dalam 15 hari fermentasi pak?

sigfried said...

apakah sabun tidak berpengaruh terhadap ikan??

harjo said...
This comment has been removed by the author.
harjo said...

Wah bagus sekali, bisa saya coba dirumah. Terimakasih Pak.
belajar bisnis

harjo said...

Wah bagus sekali, bisa saya coba dirumah. Terimakasih Pak.
belajar bisnis

hulaimy said...

Ide yang kreatif pak, boleh saya bertanya :
1. di kolam 1 apa lalat tidak berkumpul, bagaimana cara mengatasinya?

2. boleh tau pak skema peresapan air dari kolam 3

terima kasih...
Hulaimy

bunda yulia said...

kolamnya ukuran berapa berapa ya pak, supaya tetap bisa dicoba di rumah yg lahannya sempit seperti rumah saya. terimakasih infonya ya pak :)

ahmad wahyudi, malang said...

biar hasil lebih oke disainnya mungkin bisa disempurnakan :
- kolam 1 sebagai penyaring partikel kasar lapisan pertama batu belah 2/3cm, dilapisi ijuk diatasnya trus diatas ijuk ditaruh pasir kasar kemudian lapisan yang teratas adalah pecahan terakota ukuran 0,5 s/d 1 cm
- lapisan 2, pipa yang dari kolam satu ditaruh didasar kolam 2 yang ditutupi oleh pecahan batu koral ukuran 2/3 cm kemudian dilapisi ijuk dan diatas ijuk ditararuh spon dan kemudian bio ball kemudian dikasih pemberat agar bio ball tidak mengapung diatas pemberet yg lolos air diberi arang aktif yg ditaruh dalam kantung, air yang diatas merupakan air yang lebih bersih, bisa diberi eceng gondok dulu atau eceng gondoknya ditaruh di kolam ke tiga tempat budidaya ikan....kolam 3 bisa dibuat lebih lebar......kolam 1 berfungsi sebagai filter mekanik/fisik, kolam ke 2 sebagai bio filter (agar tak perlu menguras didasar kolam 2 diberi drain kontrol), dan kolam ke 3 sebagai kolam budidaya dan airnya dapat ditarik kembali dengan metode saringan kolam 2 ditempat yang terpisah.....jika berkenan selamat mencoba