Friday, November 21, 2008

PADI EMBER GENERASI PASCA PANEN

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 22 November 2008
Foto: Sobirin 2008, Padi Ember Pasca Panen

Oleh: Sobirin

Padi jenis ‘Sintanur’ yang saya tanam di ember telah saya panen, hasilnya lumayan, dua ons padi gabah kering panen. Setelah saya panen, ternyata dari anak-anak batang padi masih ada yang tumbuh. Oleh sebab itu saya rapihkan, dan saya biarkan tumbuh lagi dan di MOL.




Saya ingin tahu produksi padi generasi kedua ini, apakah hasilnya bagus atau tidak. Menurut ahli pertanian tentu mengatakan bahwa rumpun padi generasi kedua ini pasti tidak akan ekonomis.

Namun ini termasuk percobaan, dengan perhatian dan pemeliharaan khusus dengan menambah kompos dan MOL semoga masih bisa tumbuh seperti generasi pertama.


Coba lihat dalam foto, rumpun padi sisa panen ini masih cukup kekar, tentu ada harapan bisa hidup berlanjut. Kita lihat saja perkembangannya, dengan harapan masih bisa menghasilkan padi, walaupun tidak akan sebanyak generasi pertama.

4 comments:

Sekolah Petani said...

Pak Sobirin yth., kami bangga pak Sobirin jadi blogger sehingga banyak orang bisa ikut ketularan bersemangat. Kami sedang belajar menanam padi, termasuk di dalam pot. Kami menanam padi lokal dari salah satu orangtua petani kami di Garut, yaitu Gunawan. Ini padi merah. Kami berusaha konsisten dengan metode SRI. Kami pakai pupuk cacing karena kami juga sedang belajar memelihara cacing. Selama ini para orangtua kami mengatakan umur padi Gunawan ini normal (3,5 bulan atau 105 hari), tapi yang kami tanam hari ini ketika kami tulis comment ini sudah 130 hari. Kok lama ya .. Nah, kami mau bertanya pada usia berapa hari pak Sobirin menanen padi Sintanur itu? Apakah lebih panjang atau lebih lama dibandingkan dengan ditanam di lahan sawah? Apakah menanam padi dalam pot membuat umur padi jadi lebih lama? Berapa jumlah malai produktif yang telah menghasilkan 2 ons gabah itu, pak? Tinggi sekali hasilnya. Berapa senti diameter pot atau karungnya?

Mr. Sob Zerowaste said...

Sekolah Petani
1/ Padi ember sintanur saya kl 3,5 bl, anakan 70-an, panen 2 ons, cara SRI, diameter 4cm
2/ Padi ember jenis biasa (padi kampung), cara sama, umur 6 bulan, anakan hanya 40, panen 1 ons
3/ Padi karung Alik (lihat artikel dlm blog ini 8 ags 2008: "Padi Raksasa dlm karung", anakan 104, panen 7 ons.
Terimakasih tlh berkunjung/ salam sob

dayan said...

Terima kasih, semangatnya pak sobirin, saya mengikuti cara bapak menanam padi dalam ember diameter 30 cm sebanyak 180 ember sistem 1 biji pakai kompos dapur + sampah daunan komplek bikin MOL sendiri.
Anakan padi tidak sama banyaknya antara 15-40 anakan, keluar malai tidak serentak, saya menanam sejak tgl 1 sept 2008 sekarang hampir masak semuanya, jumlah malai antara 120-175
Pertanyaannya, kenapa jumlah anakan tidak sama banyak pada semua pot, sedangkan perlakuan sama semuanya sistem SRI

Mr. Sob Zerowaste said...

Yth pak Dayan,
Ada beberapa faktor, bisa komposnya, bisa tanahnya, bisa benihnya. Yang terutama adalah benihnya. Walau memperoleh benih dari 1 toko, tetapi satu persatu mutu benih pasti ada bedanya. Bahkan benih yg kadaluwarsa bisa-bisa tidak tumbuh.