Wednesday, July 16, 2008

TERASI KADALUWARSA MENJADI MOL

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 16 Juli 2008
Foto: Sobirin 2008, MOL Peuyeum Campur Terasi

Oleh: Sobirin
Dalam artikel saya terdahulu di blog ini telah dibahas bermacam cara membuat MOL. Saat ini saya sendiri menggunakan MOL tapai atau peuyeum. Ketika saya mempunyai terasi yg sudah kadaluwarsa, saya masukkan saja ke dalam MOL tapai, ternyata hasilnya memang lebih baik.


Terasi yang sudah kadaluwarsa baunya agak-agak enak tengik khas bau terasi seperti biasanya. Terasi dilumatkan, kemudian dimasukkan ke dalam tong wadah Mikro Organisme Lokal (MOL) tapai, diaduk, dibiarkan 4 sampai lima hari.

MOL yang tadinya putih keruh berubah menjadi merah kecoklatan karena warna terasi.
Ketika MOL terasi ini saya pakai sebagai ”starter” kompos, reaksi terhadap bahan kompos lebih cepat dari MOL tapai.

Suhu proses kompos dalam 1 (satu) hari mulai naik, lebih terasa panas.
Kreasi membuat MOL memang bermacam-macam. Jangan takut dan ragu membuat MOL.

Banyak cara dengan bahan yang berbeda. Sebenarnya saya senang membuat MOL dengan bahan sampah dapur yang mudah membusuk. Reaksinya cepat, tapi suka keluar belatung. Banyak orang yang jijik, jadi terpaksa MOL sampah dapur saya tinggalkan.

Silahkan mencoba dengan berbagai kreasi, siapa tahu di antara pembaca dapat menghasilkan MOL yang bagus, dan hasil komposnyapun juga lebih bagus.

4 comments:

anco said...

Assamualaikum, langsung aja. apakah sudah ada penelitian tentang kandungan dan mikroorganisme apa saja ayang terkandung di dalam MOL tapai?

anco said...

Pak Sobirin, jika sudah ada hasil analisa dari MOL tapai tentang kandungan apa saja yang terkandung didalamnya tolong balas blok pertanyaan saya ini, sebelumnya terima kasih.

Pojok Kembang said...

Assamualaikum
Pak Sobirin, Di tetangga saya ada pedagang buah dingin kulit buah seperti nanas, melon, semangka dibuang begitu saja.
Apakah sisa kulit buah itu bisa dibuat MOL ?
Bagaimana caranya?

ri said...

assalmualaikum, wr, wb
pak pengen nanya ni! apakah mol tapei bsa dimanfaatkan oleh manusia, maksud saya, jika termakan apakah tidak berbahaya pak?, terima kasih